/ Kamis, 31 Agustus 2017

GERMAS, Demi Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat


Hidup sehat sepertinya jadi cita-cita dan ambisi banyak orang, termasuk saya. Namun jujur saja, untuk berolahraga teratur saja masih pe er buat saya yang punya segudang kesibukan, dari mulai mengurus tiga anak, menjadi blogger dan freelancer di bidang komunikasi, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Makan sehat saja masih sering terlewatkan dengan alasan ini dan itu. Duhh, rasanya hidup sehat menjadi sesuatu yang sulit (setidaknya dalam pikiran saya).

Yang juga menjadi concern saya adalah gaya hidup orang-orang di sekitar saya yang masih belum menjalankan gaya hidup sehat, bahkan dua anak saya yang sudah menjelang remaja pun masih belum memiliki aktivitas fisik yang cukup. Seperti sudah diduga, alasannya adalah justru karena kegiatan sekolah yang cukup menyibukkan sehingga mereka kurang punya waktu untuk berolahraga.

Belum lagi berita-berita tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi salah satu penyebab terjadinya transisi epidemiologi atau pergeseran pola penyakit. Hal-hal di atas membuat saya berpikir keras bagaimana caranya membuat diri saya dan keluarga saya, serta orang-orang di sekeliling saya menjadi lebih sehat.

Tahun lalu, saya mendengar soal GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dicanangkan oleh pemerintah dan disebarluaskan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Meskipun saat itu saya baru sekilas mendengar tentang GERMAS, namun saya merasa hal ini bisa menjadi solusi bagi keluarga saya serta masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian yang sama akan gaya hidup sehat.


Beberapa narasumber yang hadir di acara bertema "Mari Hidup Sehat Bersama GERMAS" tanggal 28-29 Agustus lalu


Salah satu hal yang dibahas di acara #dukungGERMAS sekaligus Temu BloggerKesehatan kemarin.

Sekilas Tentang GERMAS
Seperti namanya, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk berusaha hidup lebih sehat. Tujuan GERMAS sendiri antara lain:
  1. Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan.
  2. Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk.
  3. Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Prinsip GERMAS yaitu kerjasama multisektor; keseimbangan masyarakat, keluarga dan individu; serta pemberdayaan masyarakat.
  4. Penguatan sistem kesehatan, pendekatan siklus hidup, JKN – Jaminan Kesehatan Nasional, dan berfokus pada pemerataan layanan.
GERMAS memiliki 3 fokus kegiatan, yaitu:
  1. Meningkatkan aktivitas fisik.
  2. Mengkonsumsi buah dan sayur.
  3. Mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Kampanye GERMAS ini sudah dilakukan di beberapa kota dan kebetulan tanggal 29-30 Agustus 2017 kemarin, saya mengikuti Temu Blogger Kesehatan yang diadakan oleh Kemenkes RI di kota Semarang. Wahh, saya serta para peserta yang berasal dari Jakarta, Semarang, dan beberapa daerah lainnya tentu saja senang sekali bisa menjadi bagian dari gerakan positif ini.

Berfoto bersama usai acara.

Makan malah hari pertama.

Temu Blogger Kesehatan di Semarang
Di Semarang, acaranya padat banget tapi seru dan inspiratif. Saya bertemu dengan bloger-blogger dari Semarang yang keren dan ramah. Senang!

Lalu ada sesi workshop dimana para narasumbernya adalah bapak Indra Rizon,SKM, Mkes, selaku Kepala Bagian Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI; Arvian Nevi, SKM, DEA, selaku Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah; Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, selaku Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDİ) DKİ Jakarta; serta dr. Widoyono, MPH selaku Kepala Dinkes Kota Semarang.

Masing-masing narasumber memberikan paparan yang menarik yang berkaitan dengan gerakan ini. Saya akan segera meng-update materinya segera yaa, banyak dan perlu ditulis dengan teliti soalnya :).

Nantikan tulisan saya selanjutnya, yaaa ,,

****

Sumber:
Temu Blogger Kesehatan, Semarang, 28-29 Agustus 2017

23 komentar :

  1. fokus germas meningkatkan aktifitas fisik harus diapresiasi serentak nih. Secara makin kesini makin malas gerak karena teknologi memudahkan segalanya.

    BalasHapus
  2. seru ya acara germas ini. Semoga gaungnya makin banyak dikenal sehingga masyarakat bisa teredukasi dan menjadi bagian dari germas!

    BalasHapus
  3. salut buat pemerintah
    tidak lelah untuk memberi semangat agar kita hidup sehat

    BalasHapus
  4. Seru ya acara Germas ini. Semoga makin menjangkau daerah2 lain ya selain Semarang.

    BalasHapus
  5. Ayoo, mulai banyak gerak badan gerak kaki, jangan kebanyakan gerak jari tangan aja .. xi xi xo xo

    BalasHapus
  6. Salah-satu peran blogger di dunia kesehatan. Tulisannya mampu mengedukasi kaum mileneal menyangkut isu kesehatan

    BalasHapus
  7. Bener nih, penting banget buat banyak bergerak.
    *keluarin sepatu.

    BalasHapus
  8. Pemerintah memang sedang gencar2nya menyuarakan GERMAS
    Utk kelangsungan hidup sehat yg sederhana dgn banyak bergerak

    BalasHapus
  9. Waaa seru banget acaranya Kak Zata. Aku ngikutin banget updatean teman - teman blogger crony. Semoga informasi yg disampaikan bermanfaat banget untuk orang banyak yah

    BalasHapus
  10. Hayoook bergerak minimal 30 menit sehari. Biar gak cepet lemes.

    BalasHapus
  11. Aktifitas fisik itu masih perjuangan banget untuk dilakukan, kalau pola makan, sudah mulai makan buah :D

    BalasHapus
  12. akuh nantikan tulisan berikutmuuuuh :)

    BalasHapus
  13. Aktivitas fisik aku seperti olahraga kalau lagi capek, memang nggak sempat #alasan. Padahal, aku harus jadi bagian masyarakat sehat.Plus makan sayur dan buah teratur, nggak cuma asal kenyang seperti kebanyak saat ini (huhuhu)

    BalasHapus
  14. Beneran hidup sehat itu mewah. Mewah krn susah membagi waktu untu khusus dan rutin berolah raga, menahan untuk tidak mengkonsumsi mie instan waach budaya buruk dan gizi buruk. Kita harus belajar budaya sehat. Artikel kece Mbak'e

    BalasHapus
  15. Sehat ... sehat ... sehat ... Semoga saya bisa semanga menjaga kesehatan :)

    BalasHapus
  16. Tulisan Zata cukup nyentil aku nih he... he... he.. secara sudah masuk member pusat kebugaran tetapi ada saja alasan yang dicari akhirnya batal. Semoga GERMAS ini tidak saja menjadi program pemerintah tetapi segala lapisan masyarakat bisa menyadari pentingnya sehat dalam bergerak

    BalasHapus
  17. Gerakan badanmu.... *nyanyi* 😄
    Bagus nih programmya. Semoga semakin banyak orang yg peduli akan kesehatan

    BalasHapus
  18. Fokus kegiatan Germas menarik neh, apalagi banyak loh diluar sana anak-anak yang ga doyan buah dan sayur, orang tuanya kudu pinter-pinter deh suoaya anak doyan. Seru ya acaranya, banyak ilmunya juga.

    BalasHapus
  19. Dari acara Germas yang berkesan adalah jangan lupa utk bergerak dn olah raga minimal 30 menit sehari2nya.
    Seru acarannya ya sampai 2 hari, kalau tahun lalu di Surabaya setengah hari saja.

    BalasHapus
  20. Waah, keren nih programnya! Setuju banget sama fokus kegiatannya untuk menambah aktivitas fisik karena tanpa disadari sekarang masyarakat semakin mager (malas gerak). Mungkin karena kemana-mana bisa naik mobil atau motor kali ya. Semoga dengan adanya Germas ini bisa membuat masyarakan semakin peduli sama kesehatan.

    BalasHapus
  21. Bener nih, urusan makan pun masih kadang suka ga teratur, kadang telat, kadang ga sarapan haha! Mesti lebih teratur ke depannya :-/

    BalasHapus
  22. Wah kausnya bagus (salah fokus). Aktivitas fisik ini nih penting, tapi sering lalai. Salam mba Zata:)

    BalasHapus
  23. Senam cuci tangannya lucu yaaa kemarin.. tapi emang banyak dapet banyak ilmu deh dari acara 2 hari kemarin

    BalasHapus